Menyusun Konstruksi Dramatik adalah mengaransir kejadian-kejadian untuk menata bangunan dramatiknya agar cerita menjadi menarik dalam penyajiannya. Keadaan DRAMATIK terjadi karena adanya Action. Kalau semua serba diam, berarti tidak ada DRAMATIK, jadi harus ada Action/Gerakan dulu, baik gerakan secara visual, gerak dalam pikiran maupun perasaan.

Action (Gerakan)

Action dalam Ilmu Drama bukan hanya gerak fisik yang dapat dilihat, melainkan juga gerak dalam hati (ekspresi wajah/mimik muka). Sedangkan Action menurut pengertian Kamera, gerakan dari sesuatu yang melintas di kamera. Menurut Skenario, gerak itu juga bisa terjadi pada manusia.

Proses terjadinya action

Pada dasarnya manusia akan diam saja kalau tidak ada alasan (motive), alasan timbul karena adanya ketergantungan pada orang yang bersangkutan. Action yang dilakukan orang tersebut adalah suatu kehendak untuk mencapai suatu tujuan, yakni agar ketergantungan lenyap.

Contoh proses terjadinya Action :

  • Joni semula duduk diam saja, lalu merasa kepalanya pusing,
  • Ketenangan Joni   TERGANGGU,    secepatnya   muncullah   MOTIVASI untuk berbuat sesuatu,
  • MOTIVASI itu melahirkan ACTION untuk berbuat sesuatu guna mengatasi kepala pusing,
  • ACTION disini adalah minum obat dengan TUJUAN sakit kepalanya
  1. KetergantunganAwalnya orang berada pada keadaan tidak terganggu (undisturbed stage) atau tenang. Proses terjadinya action baru dimulai apabila ketenangan itu diganggu. Ketergangguan ada 2 (dua) yaitu Fisik dan Psikis. Untuk Fisik misalnya pusing, digigit nyamuk, terjepitpintu, sakit perut, dan sebagainya. Gangguan Psikis, misalnya jatuh cinta, dihina, melihat gadis bahenol, dipuji, dan sebagainya.
  2. Alasan (Motive)Setiap Ketergangguan muncul pastilah segera disusul munculnya Alasan. Sebaliknya, setiap ada Alasan, dibelakangnya pasti ada Ketergangguan.
  3. Kehendak (Action)Semua Kehendak pasti lahir dari adanya Alasan yang bersumber pada adanya Ketergangguan. Kehendak pasti ingin mencapai Tujuan, karena lahirnya Kehendak justru untuk menghilangkan Ketergangguan. Dalam mencapai Tujuan, Kehendak selalu akan memilih lintasan dan waktu yang paling singkat karena secara alamiah manusia ingin secepatnya terlepas dari Ketergangguan. Ketergangguan yang tidak jelas bagi yang merasakan akan melahirkan Kehendak yang tidak dikuasainya. Kualitas kekuatan dari Kehendak tergantung pada kualitas Ketergangguan dan kualitas psikis pelaksanaannya. Pelaksanaan Kehendak inilah yang dinamakan Action.
  4. TujuanTujuan yang ingin dicapai oleh Kehendak adalah sesuatu yang memiliki kemampuan menghilangkan Ketergangguan yang sudah melahirkan Kehendak tersebut. Bila penonton belum tahu jelas apa yang menjadi Ketergangguan pelaku, maka penonton belum bisa mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tujuan dari pembuatnya. Sebuah cerita yang memiliki beberapa Tujuan, memiliki bahaya : cerita akan terpecah-pecah sejumlah Tujuan yang ada. Oleh karenanya, hendaknya semua Tujuan saling berkaitan/berdekatan dan lintasan Kehendaknya bersinggungan.Ketergangguan yang tidak diketahui jelas oleh penderitanya akan menyebabkan tidak jelas pula Tujuan yang ingin dicapainya. Begitu Tujuan tercapai maka perjalanan Kehendak pun selesai, artinya Action terhenti. Bila masih dibutuhkan Action maka pencapaian Tujuan harus ditunda.

    Sebuah cerita disebut Happy Ending bila Kehendak Utamanya tercapai. Sementara Unhappy Ending tidak akan menimbulkan kesedihan sepenuhnya bila penonton masih bisa menghibur dirinya, itu berarti: Unhappy Ending palsu.

Post Author: Qowi Endah

Tinggalkan Balasan