Perjalanan Kehendak untuk mencapai Tujuan senantiasa menghadapi Hambatan. Orang yang berkehendak untuk minum tidak dengan sendirinya ada air tertuang kedalam mulutnya namun harus melalui Hambatan dengan menuangkan air kedalam gelas serta mengangkat gelas ke mulut. Namun, Hambatan dal am pembahasan ini adalah Hambatan yang berarti “yang bernilai Dramatik”.

Cerita yang tidak mempunyai Hambatan-hambatan, tidak memiliki masalah akan nyelonong begitu saja jalannya. Menjadi tidak menarik untuk ditonton atau “Descriptive Story”, sementara yang menarik untuk disajikan disebut “Dramatic Story”.

  1. Jenis-jenis Hambatan
    a. Hambatan Aktif yaitu hambatan yang berusaha menggagalkan perjalanan suatu Kehendak mencapai Tujuan. Hambatan Aktif lebih penting sebagai sumber dramatik karena pencerita bisa mempermainkan kemungkinan menang dan kalah dari yang dihambat dan yang menghambat. Selama salah satu belum berhasil mencapai tujuannya, Action terus berlangsung. Hambatan Aktif yang paling dramatik apabila Hambatan tersebut juga muncul pada diri orang yang memiliki Kehendak, misalnya : seseorang berkehendak berbuat jahat, sementara itu muncul pula keinginan untuk berbuat baik. Karena apakah keinginan baik yang kalah atau keinginan jahat yang gagal, yang menerima kekalahan adalah orang yang sama.Contoh hambatan aktif :

    Pemuda Alfa mencintai gadis Betha, pemuda Cokro juga mencintai gadis Betha, maka Cokro berusaha menggagalkan Kehendak Alfa mendapatkan gadis Betha. Atau Alfa mencintai Betha, ayah Betha tidak setuju, dan sebagainya.

    b. Hambatan Pasif yaitu hambatan yang membendung secara pasif saja perjalanan Kehendak mencapai Tujuannya, tidak ada usaha untuk melawan jalannya Kehendak tersebut supayaContoh hambatan pasif :

    Kesulitan bahasa, ban kempes, tidak punya uang, dan sebagainya

  2. Hambatan sebagai Batu UjianPenonton belum akan percaya akan terangan besar kecilnya suatu Kehendak. Sebagai contoh, Besarnya Kehendak pemuda Alfa untuk mendapatkan gadis Betha, penonton belum percaya sebelum Kehendak itu diuji terlebih dulu kekuatannya dalam menghadapi Hambatan. Kalau oleh Hambatan hujan gerimis saja pemuda Alfa gagal datang ke rumah gadis Betha, maka penonton akan menilai bahwa Kehendak pemuda Alfa kecil, meski ia dalam cerita tersebut mengatakan bahwa cintanya sangat besar.

    Kehendak Tidak Langsung dan Kehendak Sampingan

    Kehendak yang dihambat perjalannya oleh Hambatan yang besar akan memilih 2 (dua) jalan, yaitu :

    a. Kehendak tidak langsung
    Pemilik dari Kehendak ini akan menggeser Tujuannya menjadi Tujuan Semu hingga Action dari Kehendak itu pun menjadi Action Semu.Contoh :

    Pemuda Alfa sangat mencintai gadis Betha, namun ternyata Hambatannya terlalu besar maka pemuda Alfa kemudian mengawini gadis Della—kawan karib gadis Betha dengan khayalan bahwa gadis Della adalah Betha.

    b. Kehendak tidak langsungAdalah Kehendak yang dibuat disamping Kehendak Utama, karena Kehendak Utama mengalami Hambatan. Jadi, Kehendak Sampingan dilakukan sebagai “batu loncatan” untuk melampaui Hambatan.

    Misalnya :

    Seorang anak yang terhambat studinya karena kekurangan dana melakukan Kehendak Sampingan dengan cara berjualan koran untuk melampaui Hambatan tersebut.

    Lahirnya kehendak Sampingan adalah untuk membantu lancarnya jalan Kehendak Utama. Tujuan yang ingin dicapai bukan gol utama (main goal), melainkan gol pembantu (auxilliary goal), dan motive-nya adalah “motivasi”.

    Karena Kehendak Sampingan hanya sebagai pembantu Kehendak Utama, maka :

    • Tidak mungkin Kekuatan Kehendak Sampingan lebih besar daripada Kekuatan Kehendak Utama, atau Tujuannya lebih
    • Arah dari seluruh Kehendak Sampingan harus konsentrik ke arah Kehendak Utama dan menuju Tujuan UtamaMuncul satu kehendak Sampingan dan Kehendak Sampingan lainnya harus overlaping , karena bila tidak overlaping ilusi penonton akan tersendat-sendat karena ketika sebuah Kehendak Sampingan berhasil menyelesaikan tugasnya penonton menjadi tenang dan dia akan terasa tersandung jika kemudian muncul pula problem baru. Untuk itu, sebelum Kehendak Sampingan sempat selesai sudah harus muncul pula problem lainnya (lihat gambar B berikut).

Post Author: Qowi Endah

Tinggalkan Balasan