A. Membuat Sinopsis

Sinopsis merupakan rangkuman atau ringkasan jalan cerita yang ditulis lengkap dengan memuat semua unsur penting cerita yaitu garis besar jalan cerita, tokoh protagonis, tokoh antagonis, tokoh-tokoh penting yang menunjang langsung plot utama maupun sub-plot yang penting, plot utama dan sub-plot, problema utama dan problema-problema penting yang sangat berpengaruh pada jalan cerita, motif utama dan motif-motif pembantu action yang penting, klimaks dan penyelesaian,serta kesimpulan. Panjang sinopsis bisa belasan halaman.

Pada sebuah film yang akan dibuat berdasarkan dari imajinasi atau gagasan fiktif yang dimulai dengan penemuan tema, maka sinopsis merupakan pengembangan Dasar Cerita.Apabila ceritanya diambil dari novel atau peristiwa, maka sinopsisnya adalah ikhtisar atau ringkasan cerita namun berisi semua materi pokok untuk kepentingan film yang akan dibuat.

B. Membuat Treatment

Treatment menjadi penting manakala kita ingin membuat film/tayangan televisi yang terkonsep. Dengan membuat Treatment kita bisa memendekkan atau mengembangkan uraian sesuai tuntutan cerita dan tuntutan penataan dramatik. Hal ini lebih mudah dilakukan karena bentuk uraian dalam Treatment yang singkat. Pada saat membuat Treatment kita bisa dengan leluasa merencanakan aksi pelaku yang membuat adegan menjadi benar-benar hidup,nyata dan menunjang kebutuhan cerita atau dramatik.

Treatment ibaratnya kerangka skenario dengan penuturan yang sudah tersusun sebagai skenario jadi, hanya masih berisi pokok-pokok action dan belum berisi dialog. Penulisan Treatment menggunakan cara bertutur yang pendek-pendek namun bisa memberikan daya cekam dan daya pikat pada penonton untuk segera berkonsentrasi pada tayangan. Untuk itu, uraian dibuat agar mudah dibayangkan bahkan merangsang imajinasi. Hal ini penting pula bagi orang-orang yang terbiasa membaca skenario, semisal produser, Art Director, atau juru kamera.

Setelah Treatment melewati pembahasan oleh produser-sutradara, maka sutradara dan stafnya mulai mencari pemain, hunting lokasi, merencanakan pakaian-set-dan sebagainya, sambil skenario mulai dikerjakan. Apabila dalam pembahasan muncul usulan-usulan perubahan maka perbaikannya dilakukan dalam bentuk Treatment daripada sesudah menjadi skenario karena akan menjadi lebih rumit. Umpamanya adanya pengurangan pelaku yang bisa jadi memerlukan perombakan skenario besar- besaran.

Dalam penulisan Treatment harus menggunakan nomor, yakni nomor kelompok adegan atau adegan-adegan di suatu tempat yang dalam penulisannya menggunakan huruf kapital ditulis pada baris pertama, namun ada pula yang disatukan dalam kalimat pertama.Untuk film televisi yang sederhana dan pendek, dianjurkan membuat ikhtisar cerita sekitar tiga halaman yang lebih terurai dari basic story, kemudian membuat catatan per-scene.

Hal penting dalam uraian Treatment adalah:

  • Bisa menggambarkan “kerangka skenario” lengkap tetapi padat;
  • Penuturan sudah mengacu pada Uraian Tiga Babak dan Penataan Dramatik;
  • Uraiannya ringkas agar naskah tidak terlalu tebal. Maksimal 40 halaman untuk film cerita layar lebar. Naskah ini akan menjadi bahasan dengan produser dan sutradara, bahkan dengan kru utama film sehingga meski ditulis ringkas namun komunikatif;
  • Nama orang dan tempat sudah pasti sebagaimana yang akan ditampilkan dalam skenario.

Post Author: Qowi Endah

Tinggalkan Balasan